Hari ini hari yang cerah hari dimana kumulai aktivitas kuliahku dengan penuh bahagia. Aku berjalan sembari ditemani oleh mentari yang tersenyum lebar dan embun pagi yang begitu menyejukkan. Terlihat seseorang perempuan melambaikan tangan kepadaku, entah itu siapa ia pun menghampiriku dan wajah ini tak asing bagi diriku.

“Sri?” kataku dengan wajah kaget.

Sri adalah sahabat kecilku kami bersahabat mulai dari kecil namun, kami terpisah sejak lulus dari SMA karena ia dan keluarganya pundah ke jakarta.

“Sri”

“Iya aku Sri”

“Subhanallah kamu sekarang tambah cantik aja, sampai-sampai aku sempat nggak ngenali kamu loh”

“Andil kamu itu ya selalu aja lupa sama aku”

“Oh ya kapan kamu datang dari Jakarta terus kamu kesini ada kepentingan apa?’

“Sejak sepekan yang lalu dan aku kesini karena aku kuliah sekarang disini”

“Wah itu kabar bagus kamu ambil jurusan apa disini”

“Jurusan bahasa inggris dan tepatnya lagi aku sekelas dengan kamu”

“Betul, wah aku jadi semakin bersemangat nih untuk kuliah”

Hari-hariku semakin bahagia karena sahabat kecilku telah bersama ku kembali dan anehnya lagi aku selalu saja sekelompok dengannya.

“Oh ya Andil kita kan ada tugas membuat karya ilmiah, bagaimana kalau besok kita kerjakan di tempat biasa kita ngumpul”

“Baiklah, besok ya”

Pagi yang tampak ceria, kicauan burung yang merdu dan entah mengapa aku sangat bersemangat pagi ini. Tiba-tiba terdengar bunyi handphoneku

Tring tring tring

“Assalamualaikum”

“Waalaikumussalam, Andil kamu udah ada dimana?”

“Astagfirullah, maaf aku lupa”

“Ya ampun ini anak cepat kesini”

“Oke assalamualaikum”

“Waalaikumussalam”

Beberapa menit kemudian aku telah sampai di tempat kami biasa berkumpul namun tiba-tiba aku mendengar lantunan ayat suci al-qur’an dengan suara yang sangat merdu, hatiku bertanya-tanya siapakah seseorang itu.

“Assalamualaikum”

“Waalaikumussalam”

Spontan aku kaget, melihat seseorang ikhwan yang sedang ada di depanku, jantungku berdetuk kencang, aku malu kutundukan pandanganku darinya.

“Silahkan duduk Ukhty”

“Maaf sebelumnya Sri mana ya?”

“Sri ke belakang dulu ukhty lagi buat minum”

Sri pun datang dengan Asma membawa minuman yang telah mereka buat.

“Dari mana aja neng”

“Maaf soalnya tadi jalan lagi macet”

“Eh Andil ini kenalin sepupu aku namanya Rahman”

“Aku permisi pamit dulu ya” Rahman pun pergi karena ada urusan yang begitu mendesak.

“Eh Asma ternyata kamu juga ada disini ya”

“Iya, ada seseorang yang mengundangku untuk kesini”

“Oh gitu” mungkin Sri.

Asma adalah teman sekelas kami dia anaknya pintar, cantik dan juga shaleha.

“Bagaimana kalau kita kerja sekarang agar nanti pulangnya enggak kesorean”

“Oke”